Inspiratif.. Kesan Mendalam Ustadz Ismail Yusanto tentang Ustadz Hari Moekti

Photo: Matamata.com

Moslemcommunity.net - Bila sekarang sedang ramai artis berhijrah, sebuah perkembangan yg bagus - alhamdulillah, maka Ust Harry Moekti boleh disebut sebagai pelopor hijrah artis.

Soal hijrahnya itu, dia mengakui, dan saya tahu, tidaklah mudah. Tapi dia sangat bahagia, meski hidup dlm keterbatasan.

Beda dg kehidupan sebelumnya yg bergelimang materi dan popularitas, tapi dia menyebut hati tak pernah tenteram.

Pernah sekali waktu dia bercerita, baru saja dpt tawaran manggung di 30 kota dg bayaran yg sangat menggiurkan. Saya tanya, diterima? Tidak, katanya. Saya harus istiqamah, tegasnya. Istiqamah itulah yg membuat dia terus bisa bertahan dlm jalan dakwah hingga akhir hayattnya.

Belum lama dia pasang 1 ring di jantungnya. Dia sempat konsul soal ini krn dia tahu saya jg pasang ring jantung, dan itu menjadi kontak telp terakhir dg saya.
Di hari operasi jantungnya,
saya datang ke rumah sakit tempat dia operasi, ternyata dia sdh pulang, lalu saya susul ke rumahnya, ternyata dia sdh terbang ke Medan. Subhanallah.

Ketika pasang ring jantung, saya perlu waktu 1 bulan u recoveri. Lah dia, pagi dipasang, sore sdh terbang ke luar kota utk memenuhi jadual dakwah yg memang sangat padat. Dia memang dikaruniani fisik yg prima

Tapi tampaknya sakit jantungnya itu yg menghentikan langkahnya. Menurut istrinya, ada problem dg obat jantungnya. Di saat tabligh, beliau dipanggil Allah. Sebuah akhir yg baik, insya Allah

Allahummaghfirlahu, waj al jannata matswahu, amiin

MasyaAllah..!

Bila sekarang sedang ramai artis berhijrah, sebuah perkembangan yg bagus - alhamdulillah, maka Ust Harry Moekti boleh disebut sebagai pelopor hijrah artis. Soal hijrahnya itu, dia mengakui, dan saya tahu, tidaklah mudah. Tapi dia sangat bahagia, meski hidup dlm keterbatasan. Beda dg kehidupan sebelumnya yg bergelimang materi dan popularitas, tapi dia menyebut hati tak pernah tenteram. Pernah sekali waktu dia bercerita, baru saja dpt tawaran manggung di 30 kota dg bayaran yg sangat menggiurkan. Saya tanya, diterima? Tidak, katanya. Saya harus istiqamah, tegasnya. Istiqamah itulah yg membuat dia terus bisa bertahan dlm jalan dakwah hingga akhir hayattnya. Belum lama dia pasang 1 ring di jantungnya. Dia sempat konsul soal ini krn dia tahu saya jg pasang ring jantung, dan itu menjadi kontak telp terakhir dg saya. Di hari operasi jantungnya, saya datang ke rumah sakit tempat dia operasi, ternyata dia sdh pulang, lalu saya susul ke rumahnya, ternyata dia sdh terbang ke Medan. Subhanallah. Ketika pasang ring jantung, saya perlu waktu 1 bulan u recoveri. Lah dia, pagi dipasang, sore sdh terbang ke luar kota u memenuhi jadual dakwah yg memang sangat padat. Dia memang dikaruniani fisik yg prima Tapi tampaknya sakit jantungnya itu yg menghentikan langkahnya. Menurut istrinya, ada problem dg obat jantungnya. Di saat tabligh, beliu dipanggil Allah. Sebuah akhir yg baik, insya Allah Allahummaghfirlahu, waj al jannata matswahu, amiin
Sebuah kiriman dibagikan oleh M. Ismail Yusanto (@ismailyusanto) pada


[http://news.moslemcommunity.net] Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: