Aktivis 98 Akan Gelar Rembuk Nasional, Respon Terhadap Kondisi Tanah Air 10 Tahun Terakhir

Eks aktivis 98 Benny Ramdhani - (Foto: Istimewa)

Moslemcommunity.net - Eks aktivis 98 Benny Ramdhani mengatakan pihaknya akan menggelar Rembuk Nasional yang diinisiasi oleh Aktifis 98. Perhelatan ini adalah respon terhadap kondisi tanah 10 tahun terakhir.

"Aktifis 98 melihat bahwa Indonesia sedang menghadapi ancaman yang sangat serius dari kelompok intoleran, radikal dan teroris," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (19/6/2018)

Senator Sulawesi Utara ini menjelaskan, kelompok ini sekalipun jumlahnya kecil, tapi mereka memiliki kekuatan daya hancur dan daya rusak yang sangat high eksplosive.

"Tidak saja hanya kepada rusak dan hancurnya tatanan kehidupan masyarakat, harmoni sosial, kerukunan antar umat beragama, sistem demokrasi, tapi juga bagi eksistensi NKRI dan Ideoligi Pancasila," ujarnya.

Ketua Bidang Organisasi Partai Hanura ini menyebut aktivis 98 tidak lagi hantu yang tidak bisa dilihat wujudnya dengan gerakan klandeisteinnya, tapi telah berwujud nyata bahkan berani terbuka menunjukan diri secara demonstratif atas segala bentuk kejahatannya.

"Mereka tidak sekedar hadir menjadi mesin produksi segala bentuk informasi sesat dan berita sampah untuk kepentingan adu domba antar kelompok masyarakat dan menjadi mesin produksi segala bentuk fitnah dan Kebencian untuk kepentingan hancurnya persatuan nasioanal. Tapi mereka juga telah menjelma menjadi bombers, Mesin peling menhancurkan yang bisa membunuh umat manusia kapan dan dimana saja," paparnya.

Ia menjelaskan, Rembuk Nasional Aktifis 98 tinggal 7 Juli 2018, diharapkan menjadi Momentum kebangkitan Silent Majority untuk mengambil langkah Perlawanan nyata kepada setiap gerakan intoleransi, radikalisme dan terorisme.

"Silent Majority tidak boleh diam dan hanya menjadi penonton ketika hal yang sangat prinsip dalam bernegara dicabik-cabik bahkan berupaya untuk dihancurkan," bebernya.

Ia menyatakan saat ini tidak boleh menjadi masyarakat yang permisif. Yang ketika terjadi aksi-aksi intoleransi, radikalisme bahkan terorisme, hanya bisa mengutuk, menyampaikan rasa prihatin dalam bentuk doa dan perkumpulan demo utnuk menyampaikan sikap protes.

"Karena jika kita memilih menjadi masyarakat permisif, maka sebenarnya kita ganya tinggal menunggu waktu negara itu bubar karena sudah berubah bentuk bari NKRI dengan Pancasila sebagai Ideologinya, menjadi Negara dalam genggaman dan kendali asing dengan khilafah sebagi topeng sebagai Ideologinya," jelasnya.

Rembuk Nasional diharapkan menjadi momentum bagi lahirnya Kesadaran Bersama dan Perlawanan Bersama Rakyat Indonesia terhadap segala bentuk kejahatan intoleransi, radikalisme dan terorisme.

"Di rembuk Nasional yang rencananya akan dihadiri Presiden RI tersebut, Aktifis 98 juga akan meminta Pemerintah untuk menetapkan tanggal 7 Juli sebagai Hari Bhineka tunggal Ika," tandasnya. (inilah)

[http://news.moslemcommunity.net] Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: